Tahapan Pengenalan Pendidikan Seks Sejak Dini Pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu

Dewasa ini, fenomena pelecehan seksual pada anak seakan kerap terjadi. Hal yang bisa terjadi pada siapapun ini mungkin saja terjadi pada buah hati Anda. Lalu apa yang harus dilakukan? Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah membentengi dengan mengenalkan pendidikan seks sejak dini pada mereka. Namun jangan sembarangan, berikut adalah tahapan yang perlu Anda ikuti.

Table of Contents

Tahapan Pengenalan Anak Pada Pendidikan Berkaitan Dengan Seks Berdasar umur

Pixabay.com
  1. Anak Berumur 2 -3 Tahun

Kemampuan pemahaman anak pada usia ini memang masih belum matang, namun pada usia ini pula balita mulai penasaran pada banyak hal. Hal tersebut termasuk dengan alat kelamin yang mereka miliki. Sebelum mereka melakukan sesuatu aktivitas negatif, atau mencegah mereka dari influence buruk, Anda sebagai orang tua harus bisa beri input yang lebih konstruktif dan informatif. Termasuk tentang alat kelamin mereka.

Anda tidak perlu bersusah payah dalam menjelaskan. Yang perlu Anda lakukan adalah memberitahu nama kelamin sebenar- benarnya. Hindari menggunakan kata lain, namun usahakan untuk jelaskan secara gamblang dan gunakan kata “vagina” atau “penis.” Cara ini akan membantu mereka tahu dengan baik. Jelaskan secara sederhana, Anda bisa beri penjelasan sembari memandikan atau saat membantu anak buang air.

  1. Balita Berusia 3 -4 Tahun

Pendidikan seks sejak dini kerap dianggap terlalu vulgar, karena itulah cukup banyak orang tua yang memilih untuk tidak mengenalkan si buah hati. Namun tidak bisa dipungkiri jika ilmu tersebut akan membantu Anda untuk menjawab pertanyaan tentang dari mana bayi berasal. Jika dijelaskan dengan baik dan benar, si kecil akan memahami dengan baik meski belum mengetahui dengan detail mengenai sistem reproduksi manusia.

Pada dasarnya Anda harus beri penjelasan dengan sederhana dan sesuai dengan umur. Di usia balita 3 -4 tahun, mereka tidak akan paham akan semua proses dan sistem. Yang mereka pahami adalah bayi berasal dari perut Ibunda. Dari informasi tersebut ibunda bisa jelaskan sedikit mengenai rahim yang berada di dalam perut. Di situlah bayi atau si kecil tumbuh membesar hingga akhirnya siap untuk lahir ke dunia.

  1. Buah Hati Menginjak Umur 5 -6 Tahun

Pada usia ini, anak akan semakin aktif dan penasaran dengan banyak hal di sekitarnya, tidak terkecuali tentang bagaimana diri mereka muncul di dunia. Dari mana mereka lahir? Bagaimana mereka lahir? Pendidikan seks sejak dini bisa Anda berikan dengan menjelaskan melalui penjelasan yang simpel namun jelas. Karena daya pemahaman mereka lebih baik, Anda bisa gunakan kalimat dan kata yang lebih rumit.

Tambahkan ilmu dan pemahaman mereka tentang bayi keluar dari perut dengan ide bahwa bayi terbuat dari gabungan sel ayah dan ibu. Pada tahap ini Anda juga bisa mempertegas bahwa si kecil adalah anak orang tua dengan kata “ayah dan ibulah yang membuat kalian.” Anda juga bisa beri informasi lebih dengan memasukkan detail akan pertemuan sel kecil sperma milik ayah dengan sel telur milik ibu. Pertemuan inilah yang hasilkan bayi.

  1. Anak Berusia 6 – 7 Tahun

Pada umur 6 -7 tahun, setidaknya anak sudah memiliki dasar akan bagaimana bayi dibuat. Meskipun tidak mendetail, Anda bisa berikan informasi lebih luas lagi akan hubungan intim. Yang terpenting adalah menjelaskan dengan simpel dan jauh dari kata vulgar. Anda bisa memulai memberi ide akan bentuk tubuh wanita dan pria yang diciptakan Tuhan berbeda. Namun, perbedaan tersebut diberikan agar bisa saling melengkapi seperti puzzle.

Pada pendidikan seks sejak dini ini, tidak ada salahnya jika Anda menjelaskan bahwa pertemuan sperma dan sel telur terjadi karena hubungan intim. Perlahan saja beri pengertian akan penis dan vagina yang bertemu akan membuat sperma yang berbentuk seperti kecebong berpindah dari ayah ke ibu. Namun, sebaiknya Anda jelaskan bahwa seks hanya dilakukan oleh orang dewasa yang saling mencintai satu sama lain.

  1. Menginjak Umur 8 -9 Tahun

Ada kemungkinan besar anak yang menginjak umur 8 -9 tahun sudah paham akan seks melalui banyak sumber. Entah itu dari teman, media masa, atau pelajaran di sekolah. Pada umumnya anak sudah bisa menerima segala penjelasan yang diberikan. Dengan dasar itu, maka inilah saat yang tepat untuk memberi tahu batasan baik dan buruk akan seks. Anda bisa beri pengetahuan berkaitan dengan pemerkosaan.

Apa itu pemerkosaan, mengapa hal itu terjadi, dan apa efek negatif yang disertainya. Jelaskan bahwa tindakan pemerkosaan itu adalah hal yang tidak terpuji, sebab dilakukan dengan dasar pemaksaan untuk lakukan hubungan badan. Tanamkan di pendidikan seks sejak dini ini bahwa pemerkosaan itu salah, tidak boleh dilakukan, dan harus dihindari. Anda juga bisa tekankan bahwa hubungan intim hanya bisa dan boleh dilakukan oleh suami dan istri.

  1. Mencapai Umur 9 – 12 Tahun

Pixabay.com

Mencapai umur 9 hingga 11, pada umumnya anak akan berada pada masa puber. Daya tangkap mereka membuat anak lebih siap menerima masukan dan membicarakan seks. Anda bisa beri ilmu dari berbagai cara. Entah itu dari buku ensiklopedia, mendengar atau menonton berita, hingga membahas lebih detail lagi. Tapi perlu diingat bahwa Anda harus tahu batasan akan tingkatan vulgar dan melebih – lebihkan.

Pada umur ini hingga 12 tahun ke atas, anak mulai bisa merumuskan nilai dan pengertian dari input yang diberikan. Tanyakan tentang seberapa paham mereka akan konsep seks dan seberapa mengerti mereka akan setiap konsekuensinya. Meski mereka sudah paham, ada baiknya Anda terus bimbing dan beri semua informasi dengan konteks yang benar. Gunakan pendidikan seks sejak dini untuk buang segala informasi salah yang mereka dapat dan benarkan.

Berdasarkan pemaparan yang kami peroleh dari berita Fokus Jabar, tahapan tersebut menjadi cara yang tepat untuk mengenalkan seks pada anak. Kemampuan dan daya pikir anak yang semakin berkembang bisa diimbangi dengan pengetahuan yang sesuai. Dengan harapan membentengi Si buah hati dari pikiran negatif dan pelecehan seksual, pengenalan ini bisa Anda coba. Untuk informasi lebih lanjut, berbeda, dan informatif lainnya, kunjungi https://fokusjabar.id/.