• Home
  • /
  • Asbabun Nuzul dan Kandungan dari Surah Al-Ikhlas

Asbabun Nuzul dan Kandungan dari Surah Al-Ikhlas

Surat ini memiliki empat ayat, dan termasuk dalma surat Makkiyah. Kemudian mengapa dinamakan dengan Al-Ikhlas? Padahal, didalamnya sama sekali tidak ada kata Al-Ikhlas. Sebab, Al-Ikhlas merupakan tauhid, dan hanya berbibadah kepada-Nya. Surat ini berisikan tentang pokok atau ajaran tauhid.

Surat ini diturunkan di Makkah, tepatnya setelah Surah Al-Fala dan An-Nas. Selain itu, surat ini juga kerap dinamakan dengan Surat Qul Huwallahu Ahad, yang mana diambil dari ayat pertama surat ini.

Menurut Syaikh Wahbah Az Zuhaili, surah ini memiliki beberapa nama. Seperti  Surat at Tafrid, at Tajrid, at Tauhid, an Najah, al Wilaayah, Surat al Ma’rifah dan al Asas.

Asbabun Nuzul

Dikutip dari riwayat Imam Ahmad dari Ubay bin Ka’ab, Ibnu Katsir membahas terkait dengan asbabun nuzul dari surah tersebut. Bahwa ketika itu, orang-orang musyrik bertanya kepada Nabi Muhammad SAW.

“Hai Muhammad, gambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu.” Maka Allah menurunkan Surah Al Ikhlas.

Kemudian ada riwayat lain yang meyebutkan apabila orang Badui yang mendatangi Nabi Muhammad SAW dan mereka bertanya.

“Gambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu.” Maka turunlah surat ini.

Terjemahan dan Kandungannya

.أَحَدٌ  كُفُوًا لَهُ يَكُنْ وَلَمْ .يُولَدْ  وَلَمْ يَلِدْ لَمْ  .الصَّمَدُ اللَّهُ .أَحَدٌ اللَّهُ هُوَ قُلْ

(Qul huwalloohu ahad. Alloohush shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahuu kufuwan ahad)

Artinya :

“Dialah Allah Yang Mahaesa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”

  • Isi Kandungan

Berdasar beberapa tafsir, terdapat satu tafsir yang membahas tentang kandungan surah ini. Yaitu Tafsir Al Munir karya Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Tafsir Fi Zilalil Quran karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka. Berikut diantaranya :

  1. Surat tersebut merupakan sebuah ketegasan dari Allah dengan sifat-Nya Ahad. Ahad sendiri berarti tidak ada sesuatu selain dia dan tidak ada sesuatun yang sama dengan-Nya. Kemudian tidak ada hakikat kecuali hakikat-Nya dan tidak ada wujud hakiki kecuali wujud-Nya.
  2. Allah merupakan Tuhan bagi semua makhluk yang bergantung kepada-Nya. Semua makhluk membutuhkan-Nya. Dia merupakan satu-satunya yang dituju untuk memenuhi segala kebutuhan makhluk. Dia tidak butuh siapapun.
  3. Allah tidak beranak, tidak diperanakkan dan tidak memiliki istri. Maka dari itu, keyakinan orang Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair anak Allah, sungguh merupakan sebuah keyakinan yang batil. Kemudian keyakinan orang Nasrani yang mengatakan Isa anak Allah juga menjadi sebuah keyakinan yang batil. Lalu keyakinan orang musyrik yang mengatakan bahwa Malaikat adalah putra putri Allah juga merupakan sebuah kebatilan.
  4. Dalam surah tersebut juga menjelaskan apabila sama sekali tidak ada yang setara atau sebanding denga Allah. Baik itu dalam haikait wujud atau sifat dzatnya.
  5. Surat tersebut juga mengajarkan pokok tauhid serta pondasi keimanan. Dia juga membantah keyakinan orang-orang kafir, baik yang musyrik atau ahli kitab yang menyekutukan Allah dengan berhala.

Keutamaan Surat Al Ikhlas

Kemudian juga terdapat keutamaan dari Surah Al-Ikhlas. Dikutip dari Fataya, Surah di atas memiliki tiga fadhilah diantaranya adalah :

  1. Dicintai Allah

Suatu ketika Rasulullah pernah mengangkat seorang laki-laki menjadi pemimpin pasukan khusus untuk menyelesaikan sebuah tugas. Kemudian menjadi imam bagi pasukannya, ia kemudian membaca surah tersebut. Setelah pulang, para pasukan langsung bercerita kepada Rasulullah. Mendengar laporan tersebut, Rasulullah menyuruh para pasukan untuk bertanya kepada laki-laki tersebut, apa alasan membaca surat ini dalam sholatnya.

“Karena di dalamnya ada sifat Tuhan Yang Maha Pemurah dan aku suka membacanya dalam sholatku,” jawab laki-laki itu.

Setelah jawaban itu disampaikan kepada Rasulullah, beliau pun bersabda:

يُحِبُّهُ اللَّهَ أَنَّ أَخْبِرُوهُ

“Sampaikan kepadanya, bahwa Allah menyukainya.” (HR. Bukhari).

  1. Wasilah Masuk Surga

Imam Bukhari pernah meriwayatkan hadits bahwa ada seorang laki-laki menjadi imam Masjid Quba. Ia selalu membaca surat lain, namun menutupnya dengan Surah tersebut. Kemudian Sahabat lain sempat mengingatkannya.

“Engkau telah membaca surat ini, tetapi kelihatannya engkau merasa tidak cukup dengannya. Lalu engkau membaca surat Al Ikhlas.”

“Aku tidak akan meninggalkan surat ini. Jika engkau mau menjadikanku imam kalian, maka aku akan tetap melakukannya. Dan jika kalian tidak suka, maka aku tidak mau menjadi imam kalian.”

Setelah itu, hal tersebut kemudian diceritakan kepada Rasulullah di saat bersamaan beliau berkunjung ke Masjid Quba.

“Hai Fulan, apa yang mencegahmu hingga tidak mau melakukan apa yang diminta oleh teman-temanmu, mengapa engkau selalu membaca Surat ini dalam sholatmu?” tanya Rasulullah.

“Aku menyukainya,” jawab laki-laki tersebut.

Mendengar jawaban itu, Rasulullah lantas bersabda:

الْجَنَّةَ أَدْخَلَكَ إِيَّاهَا حُبُّكَ

“Kecintaanmu kepada surat ini dapat memasukkanmu ke dalam surga.” (HR. Bukhari)

Sementara itu,terdapat riwayat Tirmidzi yang mengungkap hal tersebut. Terdapat seorang laki-laki yang berkata kepada Rasulullah, dia sangat menyukai surat tersebut. Sehingga Rasulullah bersabda :

الْجَنَّةَ يُدْخِلُكَ إِيَّاهَا حُبَّكَ إِنَّ

“Sesungguhnya kecintaanmu kepada surat ini dapat memasukkanmu ke dalam surga.” (HR. Tirmidzi)

  1. Sepertiga Al Qur’an

Diceritakan bahwa terdapat seorang laki-laki yang membaca Surah itu secara berulang dalam sholat sunnah. Orang yang mendengar langsung bercerita kepada Rasulullah. Maka, Rasulullah langsung bersabda :

الْقُرْآنِ ثُلُثَ لَتَعْدِلُ إِنَّهَا بِيَدِهِ نَفْسِى وَالَّذِى

“Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman Tangan-Nya. Sesungguhnya ia benar-benar sebanding dengan sepertiga Al Quran.” (HR. Tirmidzi)